Selasa, Mei 6

Pandai Sikek


Pandai Sikek dikenal sebagai daerah pusat kerajinan ukiran dan tenunan Kain Songket. Pandai Sikek terletak di kaki Gunung Singgalang lebih kurang 10 km sebelum memasuki kota Bukittinggi dengan pemandangan yang indah. Disini kita juga dapat melihat kehidupan masyarakat yang bertani secara tradisional. Desa ini memiliki 1000 buah alat tenun. Lukisan kayu dan perabot rumah tangga juga dibuat disini.

Pandai Sikek merupakan salah satu nagari yang termasuk ke dalam wilayah kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Nagari ini terletak di dekat Batusangkar, ibu kota dari kabupaten Tanah Datar. Nagari Pandai Sikek juga dikenal sebagai tempat pengrajin tenun, dan ini diapresiasikan oleh pemerintah Republik Indonesia dalam gambar mata uang pecahan 5.000 rupiah.

Berdasarkan sejarahnya (Barih Balibeh) pasukuan di Nagari Pandai Sikek pada mulanya hanya terdiri dari ampek suku(empat suku) yaitu:
  • Koto 
  • Guci 
  • Sikumbang 
  • Pisang 
Kemudian dalam perkembangan populasi penduduk, maka suku Koto dipecah menjadi empat suku, dan datang beberapa suku yang lain sehingga saat ini di Nagari Pandai Sikek terdapat tujuh suku dan lebih dikenal dengan sebutan Urang nan Tujuah Suku Salapan indu yaitu:

- Koto Sungai Guruah
- Koto Tibalai
- Koto Limo Paruik
- Koto Gantiang
- Guci
- Sikumbang
- Pisang
- Panyalai dan Jambak

Kemudian dari Urang nan Tujuah Suku Salapan indu tersebut lahirlah istilah Pangulu nan Anam Puluah (Penghulu yang enam puluh) yaitu :

- Koto Sungai Guruah pangulu nan sapuluah - 10 Penghulu
- Koto Tibalai pangulu nan batujuah - 7 Penghulu
- Koto Limo Paruik pangulu nan batujuah - 7 Penghulu
- Koto Gantiang pangulu nan barampek - 4 Penghulu
- Guci pangulu nan sapuluah - 10 Penghulu
- Sikumbang pangulu nan sambilan - 9 Penghulu
- Pisang pangulu nan sambilan - 9 Penghulu
- Panyalai dan Jambak pangulu nan barampek - 4 Penghulu

Namun saat ini Koto Gantiang Pangulu nan Barampek bergabung dengan Koto Sungai Guruah Pangulu nan Sapuluah, sedangkan Panyalai dan Jambak bergabung Guci. Sehingga kalau dijumlahkan penghulunya menjadi 52.

Tidak ada komentar: