Rabu, Oktober 7

Etape 6 Tour de Singkarak 2015

Etape 6 Tour de Singkarak 2015
RACE SCHEDULE TOUR de SINGKARAK VI
KAMIS 08 OCTOBER 2015.

SILAHKAN DI SHARE,
Biar teman" yang punya planing bepergian esok bisa planing perjalanan dengan baik.
Wassalam.

Etape 5 Tour de Singkarak: Menanjak.

Lima Puluh Kota - Etape 5 Tour de Singkarak akan jadi lahan pertarungan menyenangkan untuk para pebalap bertipe climber. Di tahap ini, seluruh tantangannya merupakan tanjakan, tanpa titik sprint.

Etape 5 yang berlangsung Rabu (7/10/2015) siang WIB membentang 164 km, dimulai dari Harau, Lima Puluh Kota, dan berakhir di Ngalau Indah, Payakumbuh. Lintasan ini sepenuhnya berisi tantangan King of Mountain dan tanpa titik adu sprint.

Start sebenarnya dimulai 7,5 km dari lokasi ceremonial start, tepatnya di area Polres Lima Puluh Kota. Para pebalap lantas akan memasuki ujian pertama tanjakan di Kelok Sembilan. Tanjakan ini masuk kategori tiga dengan ketinggian 748 mdpl.

Setelah itu trek datar akan ditemui, sampai kemudian menghadapi titik tanjakan kedua di Stangkai. Titik ini juga merupakan kategori tiga.

Hanya 10 km berselang, para pebalap akan mulai kembali menanjak. Kali ini mereka harus mendaki titik King of Mountain kategori pertama di Puncak Pato dengan ketinggian 1.118 mdpl.

Setelah itu para pebalap akan melalui jalanan relatif menurun di Batusangkar. Namun lagi-lagi harus menanjak di titik King of Mountain keempat di Tugu dengan ketinggian 1.028 mdpl.

Meski masuk kategori dua, namun titik ini bakal amat menguji para pebalap karena berada di tahap akhir balapan. Titik ini berada 111 km dari start dan hanya 53 km sebelum finis.

Andai sukses melalui tanjakan terakhir tersebut dengan posisi bagus, maka kemungkinan besar pebalap bisa mendapatkn posisi akhir apik di garis finis. Ini karena selepas Tugu, jalanan relatif menurun.

Amir Zargari saat ini masih memimpin klasemen pebalap. Pebalap Iran dari tim Pishgaman Giant ini memuncaki daftar pebalap dengan catatan waktu akumulatif 12 jam 26 menit dan 41 detik. Catatan itu unggul lima detik dari rekan setimnya, Arvin Moazemi Goudarzi.



Selasa, Oktober 6

Pebalap Iran kuasai etape empat Tour de Singkarak

Solok Selatan - Pebalap Iran dari Tabriz Petrochemical Team Amir Kolahdozhagh menguasai etape empat Tour de Singkarak 2015 dari Sawahlunto sampai finis di depan Kantor Bupati Solok Selatan, Selasa.

Pebalap dengan nomor star 183 itu menang setelah menaklukkan etape berat dengan titik tanjakan tertinggi dan adu sprint dengan tiga pebalap saat memasuki garis akhir.

Dia adu cepat masuk finis dengan Thomas Lebas dari Bridgestone Anchor Cycling Team, Jai Crawford dari Kinan Cycling Team dan Amir Zargari dari Pishgaman Giant Team.

Kemenangan Amir di etape empat makin memperkuat dominasi Tabriz Petrochemical Team (TPT), yang sudah menang di dua etape resmi dan satu etape yang hanya mempertandingkan sprint dalam Tour de Singkarak. Pebalap TPT yang sebelumnya sukses menjadi juara etape adalah Mehdi Sohrabi.

Tidak ada pebalap dari Indonesia maupun Asia Tenggara yang masuk 10 besar lomba di etape itu, yang dikuasai oleh pebalap dari Iran, Prancis dan Australia.

Sementara pemegang polkadot jersey (Raja Tanjakan) sebelumnya, Sho Hatsuyama dari Bridgestone Anchor Cycling Team, harus rela memberikan jersey ke pebalap Pishgaman Giant Team Arvin Moazemi Goudarzi dengan 41 poin disusul pebalap Tabriz Petrochemical Team (TPT) Ahad Kazemi Sarai dengan 34 poin dan Rahim Emami dari Pishgaman Giant Team dengan 31 poin.

Pebalap Indonesia hanya mampu masuk ke barisan depan. Dadi Suryadi dari Pegasus Continental Cycling Team sukses menyodok masuk bersama pebalap Asia Tenggara, Ariya Phounsavath, yang memperkuat Sigha Infinite Cycling Team.

"Medannya memang cukup berat. Hampir semua pebalap merasakannya. Tapi kami menempatkan satu pebalap di barisan depan," kata manajer Pegasus Continental Cycling Team, Wawan Setyobudi.

Setelah menyelesaikan etape berat dengan tanjakan tinggi, peserta Tour de Singkarak akan menempuh etape kelima dari Harau menuju Ngalu Indah yang lintasannya variatif, dengan empat titin tanjakan King of Mountain (KOM), salah satunya dengan tinggi 1.118 mdpl.

Banyaknya titik KOM, termasuk di Kelok Sembilan, membuka peluang bagi pebalap dengan spesialisasi tanjakan untuk menguasai etape kelima.

Etape 4, Terberat Menanti Pebalap "Tour de Singkarak 2015"

Memasuki etape ke-4 ajang balap sepeda "Tour de Singkarak 2015" (TdS 2015), para pebalap ditantang untuk menaklukkan rintangan berupa tanjakan terberat, hors categorie (HC), hari ini, Selasa (6/10). Dari keseluruhan etape TdS 2015, etape ke-4 menjadi rute tanjakan terberat, karena berada di ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Adapun rute kali ini mengambil start di Sawah Lunto, dan finish di Kantor Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).

Berawal dari Pasar Sawah Lunto, para pebalap akan langsung berhadapan dengan tanjakan Panorama kategori 4, dengan ketinggian 390 mdpl. Usai menaklukan tanjakan pertama, mereka akan melewati Silungkang menuju Solok, dengan jarak 30 kilometer (km) dari garis start.

Dari Solok, pebalap akan memulai tugas berat menaiki tanjakan dari Pasar Koto Anau menuju Lembang Jaya. Di kawsan inilah, HC berada. Pebalap harus berjuang, berhati-hati, dan pandai mempertahankan posisi sebaik mungkin untuk menaklukan tanjakan yang paling tinggi tersebut.

Bagi pebalap yang menyukai tanjakan, trek ini bisa menjadi favorit dan paling dinanti. Selain menanjak, mereka juga akan disapa dengan keindahan bentang alam.

Usai menaklukan tanjakan HC, kegigihan para pebalap akan dibayar dengan jalan landai dari Alahan Panjang menuju Surian.

Titik Surian ini sekaligus menjadi lokasi sprint pertama. Di trek ini pula, mereka akan ditantang untuk menggenjot sepeda melewati Sungai Kalu hingga titik sprint kedua, di Muara Labuh.

Dari Muara Labuh, para pebalap akan kembali dihadapkan dengan trek tanjakan kategori 2 di Lembang Jaya, dengan ketinggian 943 mdpl, dalam jarak 150 km dari titik start.

Usai melewati Lembang Jaya, pebalap yang menjadi pemenang etape akan ditentukan di trek ini, berupa jalan landai hingga berakhir di Solok Selatan.

Jarak keseluruhan pada rute ke-4 ini sepanjang 163,5 km, dengan estimasi waktu 3 jam dari start hingga finish.

Senin, Oktober 5

Tour de Singkarak, Pembalap Iran Juarai Etape Terpanjang

Pembalap Iran yang memperkuat Tabriz Petrochemical Team, Mahdi Sohrabi, berhasil menjadi yang tercepat pada etape ketiga Tour de Singkarak, Senin, 5 Oktober 2015. Pembalap asal Iran itu mencatatkan waktu 4 jam 29 menit 14 detik.

Etape ketiga yang start dari Kabupaten Sijunjung menuju Sport Centre Kabupaten Dharmasraya ini berlangsung ketat. Rombongan besar terlihat masuk garis finis secara bersamaan. Mereka nyaris mencatatkan waktu yang sama, yaitu 4 jam 29 menit 14 detik.

Berdasarkan hasil etape ketiga ini, posisi kedua diraih Nur Amirullah Fakhruddin Mazuki. Pembalap Terengganu Cycling Team ini disusul Takeaki Ayabe dari Aisan Racing Team di posisi ketiga.

Mahdi mengaku etape ini cukup panjang dan berat. Namun timnya mampu melakukan kontrol yang baik. "Sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang bagus. Saya senang," ujarnya seusai balapan, Senin, 5 Oktober 2015.

Namun, kata Mahdi, tim Pisgaman memiliki kontrol yang lebih bagus, sehingga ia tak mampu mengejar mereka di klasemen umum.

Sebanyak 121 pembalap yang tergabung dalam 21 tim kembali melanjutkan balapannya pada etape ketiga Tour de Singkarak, Senin, 5 Oktober 2015. Mereka menempuh rute terpanjang dalam lomba balap sepeda internasional tahun ini. Mereka mengayuh sepeda sejauh 184,5 kilometer. Pembalap dari 32 negara itu start dari Desa Adat Sijunjung dan real start di depan RSUD Sijunjung untuk berpacu menuju Sport Centre Koto Baru Kabupaten Dharmasraya.

Mereka melewati Pasar Ternak, Patung Garuda, Simpang Ganting, Sungai Lansek, Pasar Kiliran Jao, dan Sialang. Lalu terus melaju ke Pulau Punjung, Simpang Koto Baru, Nagari Sitiung, dan Koto Laweh. Kemudian balik lagi ke Sialang, Koto Baru, Pasar Koto Baru, Abesiat, Pasar Abesiat, dan finis di Sport Centre Koto Baru Kabupaten Dharmasraya.

Etape ini memiliki tiga titik sprint, yaitu di kilometer 23,5 tepatnya di kawasan depan kantor Pendidikan Sijunjung, kilometer 105 atau tepatnya di Pulau Punjung, dan titik sprint terakhir di kilometer 148 tepatnya di Pasar Koto Baru.

Pembalap Philipina, Mark John Lexer Galedo, berhasil menguasai kompetisi sprint tersebut. Ia merebut Green Jersey dari pembalap Iran, Hossein Askari. Mark John, yang tergabung dalam tim 7 Eleven Roadbike Philippine, mengumpulkan 11 poin.

Minggu, Oktober 4

Gara-gara Asap Pembalap Diberi Masker oleh si Ujang




PADANG -- Kartunis yang tinggal di Kota Padang ini menganggap, dalam kondisi kabut asap, tidak dimungkinkan untuk digelar iven berskala internasional. Bahkan, ia sempat merombak spanduk TdS, dengan menambahkan masker di wajah para pembalap.

"Apa boleh buat, semuanya kan sudah direncanakan, tapi kita masih berasap kondisi sumbar, walaupun tak separah daerah lain. Makanya, kalau memang (TdS) tetap dilaksanakan, pakai masker lah pembalapnya," ujar dia menambahkan.

Pada etape pertama, start dimulai dari Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan pukul 11.00 WIB. Para peserta balap harus menempuh jarak sepanjang 163 kilometer (km) untuk mencapai garis finish di Pantai Gondoria, Kota Pariaman yang dijadwalkan sampai pukul 15.03 WIB.

Namun, pada etape pertama TdS, terjadi masalah yang membuat balapan harus dilakukan start ulang. Hal tersebut dikarenakan komunikasi yang kurang baik antara peserta balap, official dan rombongan VIP.

SUMBER

Etape II: Aiman Cahyadi Pebalap Tercepat se-Asean

Pebalap Indonesia dari tim Pegasus, Aiman Cahyadi meraih jersey putih di etape II Tour de Singkarak 2015, Minggu (4/10).

Di antara peserta asal negara-negara Asean, pebalap Pegasus Continental Cycling Team ini berhasil mencatatkan waktu tercepat, yaitu 3:34:34. Ia juga menjadi yang tercepat di antara pebalap Indonesia.

"Saya tadi berusaha terus menempel di leading grup," kata Aiman usai balapan, Minggu (4/10). "Kami memang masih belum terlalu fit setelah pra pon kemarin."

Meski demikian, Aiman mengaku optimistis untuk terus menorehkan prestasi. Terlebih saat ini, lanjutnya, masih pada etape awal.

Sementara itu, Amir Zargari menjuarai etape II Tour de Singkarak 2015 dari Padang Pariaman menuju Danau Singkarak ini dengan catatan waktu 3:27:23. Pebalap Pishgaman Giant Team Iran ini finish pertama diikuti rekan satu timnya, Arvin Moazemi Goudarsi, dengan catatan waktu 3:27:23.

Pebalap Jepang, Sho Hatsuyama dari Bridgestone Anchor Cycling Team di urutan ketiga dengan catatan waktu 3:27:32. Selain finis di posisi ketiga, Hatsuyama juga berhasil memenangkan gelar King of Mountain dengan perolehan angka 15.

Perebutan menjadi pebalap tercepat atau sprinter dimenangkan Hossein Askari (PKY) dengan lima poin.

Tiga juara etape kali ini untuk sementara berhasil mendapat jersey kuning, atau juara umum etape. Amir Zargari (PKY) dengan catatan waktu 3:27:12. Posisi kedua diraih rekan satu timnya, Arvin Moazemi Goudars dengan waktu 3:27:16. Posisi ketiga diraih Sho Hatsuyama dengan 3:27:27. (vws)

Etape Kedua Simpan Tanjakan Mematikan




Padang Pariaman, CNN Indonesia -- Setelah etape pertama yang memiliki trek cukup landai berakhir menjadi 10K sprint, pebalap akan menghadapi etape II yang jauh bertolak belakang. Etape II memiliki tantangan khas Tour de Singkarak, yakni tanjakan.

Etape II akan digelar pada Minggu (4/10) siang. Balapan akan dimulai dari Puncak Kiambang yang berada di daerah Padang Pariaman, dan berakhir di Danau Singkarak.

Sebanyak 21 tim balap dari 36 negara dipastikan masih akan mengikuti etape II yang memiliki jarak tempuh sejauh 140 kilometer. Pebalap tercepat diperkirakan akan menyelesaikan stage ini dalam kurun waktu sekitar 3,5 jam.

Etape II memiliki tiga titik sprint atau kecepatan tinggi dengan trek datar, yakni pada kilometer 26,5 di Pauh Kembar, 67 di Jalan Jenderal Sudirman, dan 125,5 di wilayah Solok Padang Panjang hingga Kota Solok.
Peta etape kedua Tour de Singkarak 2015. (Dok. TdS) 

Tiga sprint di atas bukanlah tantangan terberat. Etape II memiliki satu tanjakan dengan kategori 1 yang akan menjadi pembuktian bagi para pebalap Tour de Singkarak 2015.

Meski hanya satu tanjakan, namun tanjakan ini merupakan tanjakan kategori 1 sehingga sangat menantang. Bermula dari kilometer 77,5 hingga 92, tanjakan di kawasan Panorama ini memiliki kecuraman sekitar 45 derajat.

Sebelumnya, Wawan Setiobudi, pelatih tim unggulan Indonesia, Pegasus, sudah menyebut etape ini akan sangat berat. Pegasus yang membawa lima climber dipastikan akan bersaing dengan tim-tim asal Iran yang selalu menjadi raja di kategori tanjakan.

Dalam sebuah balapan sepeda, etape kategori tanjakan akan memberikan peran besar dalam posisi klasemen. Di etape seperti inilah kemungkinan terciptanya jarak dan selisih waktu yang signifikan bisa saja terjadi. (ptr/ptr)

Sabtu, Oktober 3

Etape I Dibatalkan, UCI Tolak Salahkan Pihak Tertentu


Jakarta, CNN Indonesia - Etape pembuka Tour de Singkarak 2015 pada Sabtu (3/10) berakhir tanpa adanya juara seperti seharusnya setelah beberapa mobil tim balap keluar jalur.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa rombongan VIP yang ada di tengah iring-iringan mobil tim balap menyalip konvoi. Hal itu lantas menimbulkan salah paham hingga beberapa mobil tim mengekor.

Ditemui usai acara, Chief Commissaire atau Ketua Wasit Balapan, Karunaratne membantah hal tersebut. "Saya tidak dengar info itu," kata pria yang akrab disapa Karu ini, Sabtu (3/10) sore di Pantai Gandoria, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Karu menjelaskan, yang terjadi adalah seseorang salah jalan sehingga menyebabkan beberapa mobil tim balap mengikutinya. Meski demikian, pria asal Malaysia ini mengaku tidak tahu pihak yang dimaksud teraebut.

Ia melanjutkan, hal demikian wajar terjadi mengingat ajang seperti Tour de Singkarak melibatkan banyak pihak. Kesalahan, lanjutnya, lebih pada koordinasi organisasi secara keseluruhan.

Sejauh ini, pria yang juga merupakan bagian dari Union Cyclist International (UCI) ini mengaku tidak akan menjatuhkan hukuman. Ia juga menganggap tidak ada penurunan nilai dari salah satu ajang balap sepeda bergengsi ini.

Senada dengan Karu, juri internasional lainnya, Thierry Diederen, juga mengamini hal itu. Ia memastikan semua akan terus berjalan seperti seharusnya.

"Mari lupakan hari ini. Anggap ini sebagai bagian seremonial semata," kata Diederen. "Tour de Singkarak sesungguhnya akan dimulai besok."

Tidak Ada Hubungan dengan VIP

Bantahan juga datang dari Race Director, Sondi Sampurno. Penanggung jawab ajang Tour de Singkarak 2015 ini punya penjelasan lain.

"Ada dua pebalap pecah ban saat masih neutral section. Mobil timnya berhenti dan membuat mobil lainnya tertahan," ujar Sondi.

Sondi menjabarkan antusiasme masyarakat yang menonton memang luar biasa. Beberapa mobil tim tertahan, sebagian lolos tanpa pengawalan berarti.

"Jadi tidak ada hubungannya dengan VIP. Mereka tertinggal di belakang kok," katanya menegaskan.

Etape pertama Tour de Singkarak 2015 dimulai dari Pantai Carocok, Pesisir Selatan, menuju Pantai Gandoria, dengan jarak tempuh sepanjang 163 km.

Etape yang seharusnya terdiri atas tiga area sprint dan dua KOM (Tanjakan) ini menjadi 10K sprint untuk mencari tiga pemenang, yaitu:

1. Sohrabi Mehdi dari Tabriz Petrochemical Team
2. Abdul Gani dari Kentucky Fried Chicken
3. Rosdi Mohd Nor Umardi dari Terengganu Cycling Team (vws)

Etape Pertama Tour de Singkarak 2015 Alami Masalah

Painan: Etape pertama kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TDS) 2015 mengalami masalah, Sabtu 3 Oktober. Membuat para pembalap harus melakukan beberapa kali start ulang pada etape yang melewati jalur Pantai Carocok Painan menuju Pantai Gondoria Pariaman, Sumatera Barat.

Permasalahan tersebut dianggap karena kurangnya komunikasi antara rombongan pembalap dan official dengan VIP. Hal itu diungkapkan manajer tim Custom Cycling Club (CCC), M. Ircham di lokasi pemberhentian pembalap.

"Banyak mobil official yang terbawa arus VIP. Jadi kondisi seperti ini jelas kurang baik," tegasnya, dilansir dari Antara.

Para pembalap terpaksa menjalani dua kali start ulang. Pertama, start ulang dilakukan tak jauh dari start pertama, tepatnya disimpang tiga Carocok. Setelah berjalan kurang lebih 35 kilometer, tepatnya di Barung-Barung Belantai rombongan harus berhenti kembali.

Di lokasi tersebut, semua pembalap yang turun di kejuaraan dengan total hadiah Rp2,5 miliar bahkan berhenti cukup lama. Mereka tampak duduk-duduk di teras rumah masyarakat bahkan di warung. Tak hanya pebalap Indonesia, namun juga para pembalap asing.

Kondisi ini menurut Ircham tidak baik untuk semangat pembalap yang harus beberapa kali melakukan start ulang. "Semangat pembalap akan hilang. Mereka sebetulnya sudah siap. Namun, kondisi di lapangan seperti ini," sambungnya.

Sementara, radio control TDS Eva Catarina melalui radio menginformasikan jika etape pertama ini tetap berjalan hingga finis. Namun tidak ada catatan waktu, jersey maupun hadiah uang. Hanya akan dilakukan sprint 10 kilometer menjelang finis di Pantai Gondoria Pariaman. (Ant)

Jumat, Oktober 2

Kabut Asap Hantui Pembalap Tour de Singkarak 2015

Pelaksanaan kejuaraan balap sepeda Internasional Tour de Singkarak (TdS) 2015 yang akan dilaksanakan pada 3-11 Oktober 2015, terancam terganggu akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumatera Barat.

Kepala Global Atmotfer Word atau GAW, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Bukittinggi, Edison Kurniawan, Jumat (2/10) mengatakan, kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumbar sepanjang Jumat tidak sehat. Meskipun kondisinya tidak sehat, masih berfluktuatif atau berbeda masing-masing daerah.

Edison Kurniawan menjelaskan, pada pelaksanaan etape pertama dari Painan, Kabupaten Pesisir Selatan hingga finish di Pariaman, kondisi udara akibat kabut asap sedang. Jarak tempuh yang dilalui pebalap sepanjang 136 kilometer sejak start di Pantai Carocok Painan hingga finish di Pantai Tiram, Pantai Gandoria, melewati tiga daerah, yaitu Pesisir Selatan, Kota Padang dan Padang Pariaman.

Beda dengan etape II yang dijadwalkan pada Minggu (4/10) yang mengambil start di Kabupaten Padang Pariaman dan finish di Kabupaten Solok.

Kontributor Elshinta, Mustofa melaporkan, berdasarkan perkiraan BMKG, cuaca pada pelaksanaan TdS etape kedua, kondisinya buruk.

Kondisi yang sama juga terjadi pada etap III dan IV. Etape ketiga mengambil titik start di Kabupaten Sijunjung dan finish di Kabupaten Dharmasraya. Sedangkan, etape IV, finish di Kota Sawahlunto dan finish di Kabupaten Solok Selatan.

Edison mengatakan, perkiraan cuaca beberapa hari ke depan hanya batasan saja untuk melihat bahwa kondisi potensi kualitas udara ke depan cukup fluktuatif.

Sementara itu etape V sampai 9, kondisi udanya sedang hingga baik. Kondisi udara yang diperkirakan sedang pada saat pebalap melintas di daerah itu antara lain, pada etape V dam VI yaitu 50 Kota Payakumbuh, Bukittinggi dan Tanahdatar.

Kondisi udara yang diperkirakan aman, masing-masing etape VII, VIII dan IX, yaitu Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Padang Panjang dan Kota Padang.Kejuaraan balap sepeda Internasional Tour de Singkarak ketujuh digelar, para pebalap menempuh rute sepanjang 1.300 kilometer. Etape pertama akan dimulai pada Sabtu 3 Oktober 2015 di Kabupaten Pesisir Selatan. Dari titik start di Pantai Carocok, peserta balap finish di Pantai Gondoriah, Kota Pariaman. Rute sepanjang 136 kilometer melintasi Pantai Carocok, Tarusan, Bungus, Teluk Bayur, Padang, Bandara, Pantai Tiram, Pantai Gandoria.

Tour de Singkarak 2015: 9 Etape, 18 Kota & Kabupaten, 1.341 Km

Ajang balap sepeda internasional Tour de Singkarak untuk kali ketujuh digelar di Sumatera Barat. Kompetisi balap sepeda ini akan menggelar 9 etape melalui 18 kota/kabupaten, dengan jarak tak kurang dari 1.341 km.

Tour de Singkarak sendiri tak sekadar ajang balap semata. Event ini turut menjadi festival wisata dengan menyajikan keindahan bentang alam Sumatera Barat.

Berbagai lanskap menawan bakal menjadi latar lomba balap sepeda yang tercantum dalam kalender resmi UCI Road Calendar Asia Tour ini. Pebalap akan melewati jalur pedesaan, melalui jalur-jalur populer seperti Kelok 44, Kelok 9, dan tanjakan menantang di Bukit Sileh. Selain itu berbagai pemandangan lain seperti Danau Singkarak, Danau Kembar, Lembah Harau, Danau Maninjau, Puncak Lawang, Jam Gadang, menjadikan Tour de Singkarak lebih dari sekadar kompetisi.

Tour ini jadi satu ajang promosi kebudayaan dan pariwisata Indonesia, khususnya Sumatera Barat. "Bagi masyarakat Sumatera Barat sendiri, mega event ini akan memberi dampak positif bagi beragam sektor di sekitar wilayah yang dilalui oleh rute TDS,” ujar Sapta Nirwandar, Chairman Tour de Singkarak, dalam rilis yang diterima detikSport.

Di edisi kali ini, Tour de Singkarak masih akan menggelar sembilan etape. Namun demikian jarak yang dilalui bertambah. Jika pada tahun lalu ada 1.250 km yang dilalui para pebalap, maka tahun ini jaraknya menjadi 1.341 km melalui 18 kota/kabupaten.

Balapan akan dimulai di Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan dan berakhir di kota Padang. Ini menjadi hal baru untuk Tour de Singkarak mengingat biasanya ajang dimulai di Sumatera Barat bagian Utara.

"Kita juga lewat destinasi baru, seperti Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok Selatan," ujar Sapta.

Tour de Singkarak memperebutkan hadiah total senilai 2,5 miliar rupiah. Ada 24 tim dari 36 negara akan ikut serta dalam ajang ini. Satu tim yang menonjol adalah Track Team Astana dari Kazakhstan, yang pernah mengikuti Tour de France.

Berikut adalah etape Tour de Singkarak 2015.

- Etape 1: Sabtu (3/10/2015): Pesisir Selatan-Pariaman (136 km)

- Etape 2: Minggu (4/10/2015): Padang Pariaman-Kab. Solok (120 km)

- Etape 3: Senin (5/10/2015): Sijunjung-Dharmasraya (157 km)

- Etape 4: Selasa (6/10/2015): Solok Selatan-Sawahlunto (160 km)

- Etape 5: Rabu (7/10/2015): Bukittinggi-Tanah Datar (145 km)

- Etape 6: Kamis (8/10/2015): Payakumbuh-Limapuluh Kota (135 km)

- Etape 7: Jumat (9/10/2015): Pasaman-Pasaman Barat (98 km)

- Etape 8: Sabtu (10/10/2015): Pasaman Barat-Agam (121 km)

- Etape 9: Minggu (11/10/2015): Padang Panjang-Padang (110 km)

36 Negara Pastikan Tampil di Tour de Singkarak 2015



PADANG - Ajang balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) edisi ke-7 akan kembali digelar. Ajang yang digelar mulai 3 hingga 11 Oktober 2015 mendatang dengan jarak 1.341,5 km akan diikuti 24 tim dari 36 negara.

Chairman Tour de Singkarak Sapta Nirwandar mengatakan, TdS merupakan ajang balap sepeda internasional yang paling besar ditonton dan paling meriah. Selain sarana mempromosikan Sumatera Barat, kegiatan ini juga diekspetasikan dapat memacu pembangunan infrastruktur daerah dan membuka akses wilayah untuk pasar dan investasi.

“Secara bertahap kegiatan ini telah melahirkan dampak multiplier efek ekonomi antara lain bagi perhotelan, transportasi, kuliner, kerajinan, dan tujuan wisata. Bagi masyarakat Sumatera Barat sendiri, mega event ini akan memberi dampak positif bagi beragam sektor di sekitar wilayah yang dilalui oleh rute TDS, Ini adalah sport tourism. Kita ingin mempromosikan kebudayaan Indonesia, khususnya Sumatera Barat,” ujar Sapta Nirwandar, Rabu (30/9/2015)

Pada TdS 2015 kali ini akan dikuti 24 tim dari 36 negara. Sebanyak 24 tim peserta ini antara lain Asian Racing Team (Jepang), Arbo Denzel Cliff (Austria), 7 Eleven Roadbike (Filipina), Holy Brother Cycling Team (Republik Rakyat Cina), Attaque Team Gusto (Taiwan), National Sports Council (Malaysia), Pegasus Continental Cycling Team (Indonesia), Pishgaman Giant Team (Iran), St. George Merida Cycling Team (Australia), Singaha Infinite Cycling Team (Thailand), Team Diferdance Gigi Losch (Luksemburg), Track Team Astana (Kazakhstan), Uzbekistan National Team (Uzbekistan), dan ada beberapa tim terbaik yang akan dipilih PB ISSI untuk mengikuti kegiatan ini.

"Tahun ini lebih menantang. Apalagi 24 tim itu berasal dari 36 negara," ujar Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata Raseno Arya.

Menariknya, kata Raseno, Tour de Singkarak tahun ini diikuti banyak tim yang berpengalaman dalam lomba balap sepeda internasinal. Di antaranya Track Team Astana. Tim dari Kazakhstan ini pernah mengikuti Tour de France.

Tahun ini, etape pertama akan dimulai dari Pantai Carocok di Kabupaten Pesisir Selatan dan berakhir di Kota Padang. Tour de Singkarak telah masuk kalender Union Cyclist International (UCI) dan Amaury Sport Organization (ASO). Menurut data mereka, Tour de Singkarak menjadi salah satu lomba balapan yang memiliki penonton terbanyak.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Barat Burhasman mengatakan tim dari Kementerian Pariwisata dan PB ISSI sudah meninjau jalur balapan. "Tidak ada masalah. Hanya ada beberapa ruas jalan yang sedang diperbaiki. Sebelum perlombaan, semuanya sudah selesai," ujarnya.

Pada gelaran kali ini pebalap akan melintasi 18 kabupaten/kota dan menempuh jarak 1.341,5 Kilometer. Hadiah yang disiapkan pada TdS ketujuh ini tergolong besar. Pihak penyelenggara telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp2,5 miliar yang akan diperebutkan oleh para peserta balap sepeda.

Selain lomba balap sepeda, ajang TdS ini juga bertujuan untuk memperkenalkan keindahan alam dan seni budaya di Sumatera Barat kepada wisatawan mancanegara. Jadwal perpaduan kegiatan olahraga dan pariwisata tersebut mengikuti perubahan yang tercantum secara resmi pada UCI Road Calendar Asia Tour.

Etape 1 Tour de Singkarak didominasi trek landai

Pesisir Selatan - Etape 1 Tour de Singkarak didominasi trek landai. Tiga titik sprint dan dua poin King of Mountain kategori rendah akan tersaji.

Start etape 1 akan dimulai dari Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (3/10/2015), jam 11.00 siang WIB. Garis finis bertempat di Pantai Gandoria, Pariaman.

Selepas Ceremonial Start di Pantai Carocok, pebalap akan memulai balapan sesungguhnya setelah 8,5 km tepatnya di Painan. Melalui Bayang, pebalap kemudian akan masuk titik sprint pertama di Tarusan.

Setelah adu sprint, titik King of Mountain pertama sudah menanti. Para pebalap akan melalui tanjakan Gerbang Batas yang merupakan tanjakan kategori 4, berketinggian 184 mdpl.

Selepas tanjakan Gerbang Batas, trek terjal lainnya menunggu para pebalap. Tanjakan kategori 4 lainnya tersaji di Mercu Suar, yang kali ini berketinggian 146 mdpl.

Setelah itu, adu kencang secara maksimal kembali bisa diperagakan para pebalap di dua titik sprint, yakni di jalan Jendral Sudirman dan Pasar Lubuk Alung.

Di titik tersebut, para pebalap sudah melalui sekitar 110 km. Ada 53 km tersisa untuk para pebalap menentukan posisi akhir di etape ini.

Dengan trek seperti ini, para pebalap tipe sprinter bakal lebih diandalkan dibandingkan climber. Namun demikian, tiap tim tentu punya strategi masing-masing untuk menempatkan diri di posisi terbaik.

Secara keseluruhan, etape 1 menempuh jarak 163 km. Para pebalap akan menyusuri lintasan di pesisir pantai Sumatera Barat.

Kamis, Oktober 1

Tour de Singkarak 2015

Perhelatan lomba balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) akan kembali hadir di tahun ketujuh-nya. Perpaduan event olahraga dan pariwisata tersebut rencananya berlangsung pada 3 – 11 Oktober 2015. Jadwal yang telah ditentukan itu mengikuti perubahan yang tercantum secara resmi pada UCI Road Calendar Asia Tour (www.uci.ch). Event tahunan berskala internasional terbesar di Indonesia itu akan dihelat dalam 9 etape yang menyusuri pesona keindahan alam dan budaya Sumatera Barat.

Tour de Singkarak merupakan lomba balap sepeda yang sudah tercantum dalam UCI Road Calendar dan termasuk ajang balap sepeda internasional yang paling besar ditonton dan paling meriah. Saat lomba ini dilangsungkan, jumlah berita yang muncul sangat besar karena datang dari berbagai media meliputi televisi, radio, media massa cetak dan online.

Penyelenggara Tour de Singkarak seperti tahun-tahun sebelumnya adalah Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan 18 Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Sumbar, PB ISSI, serta promotor event.  Tour de Singkarak diharapkan selain akan mempromosikan Sumatera Barat juga memacu pembangunan infrastruktur daerah dan membuka akses wilayah untuk pasar dan investasi.

Secara bertahap kegiatan ini telah melahirkan dampak multiplier efek ekonomi  diantaranya bagi perhotelan, transportasi, kuliner, kerajinan, dan  tujuan wisata. Bagi masyarakat Sumatera Barat sendiri, mega event ini akan memberi dampak positif bagi beragam usaha ekonomi kreatif di sekitar wilayah yang dilalui oleh rute TDS.

Perkembangan pesat Tour de Singkarak sejak tahun pertama hingga tahun ke-6 pelaksanaannya telah membuahkan banyak dampak positif di berbagai bidang. Tour de Singkarak tak pelak kini telah menjadi landasan strategis dan sinergis dalam mempromosikan Sumatera Barat ke mancanegara serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Bagi peserta lomba, Tour de Singkarak menyajikan sebuah kompetisi balap sepeda yang  menarik dan  menantang. Mereka diajak menyusuri beragam lansekap alam dan pedesaan yang indah di Sumatera Barat. Lomba balap sepeda internasional ini tidak hanya akan menawarkan persaingan sengit antara pebalap tetapi juga merupakan kesempatan untuk mengungkap keajaiban dan keindahan tersembunyi di Tanah Minang.

Tour de Singkarak setiap tahun selalu menyajikan rute balapan yang menantang. Ajang ini begitu ketat dan seru dalam persaingannya dimana karakteristik lintasan balap menjadi penyebab tidak adanya dominasi dari satu pebalap. Bagi pebalap sepeda yang pernah mengikuti ajang Tour de Singkarak, balapan tersebut selalu memberi kenangan dengan Kelok 44, Kelok 9, dan tanjakan mematikan di Bukit Sileh. Selain itu, mereka juga menikmati keindahan Sumatera Barat, seperti Danau Singkarak, Danau Kembar, Lembah Harau, Danau Maninjau dan Puncak Lawang, Jam Gadang Bukittinggi, Sawahlunto, Istano Basa Pagaruyung, dan lainnya.

Tour De Singkarak 2015: Ini Rute Baru Yang Akan Dilewati

Tour de SingkaraK 2015 akan menghadirkan destinasi baru yang pada pelaksanaan tahun sebelumnya tidak dilewati. Salah satunya adalah masuknya Mentawai dalam kabupaten/kota yang turut berpartisipasi dalam ajang balap sepeda tingkat internasional ini.

Hanya saja Mentawai belum masuk dalam rute balap sepeda ini. Sebab, kondisi Mentawai sebagai wilayah kepulauan belum memungkinkan para sepeda untuk melintasi daerah ini.

Pada pelaksanaan tahun ini, Tour de Singkarak akan dimulai dengan melalui Sumatera Barat bagian pesisir selatan. Biasanya, even ini dimulai dari Sumatera Barat bagian utara.

"Tahun lalu itu utara, tahun ini selatan. Kita juga lewat destinasi baru, seperti Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok Selatan," kata Sapta Nirwandar, Chairman Tour de Singkarak, Jumat (2/10/2015).

Kawasan baru yang akan dilewati antara lain adalah Kota Sawahlunto, yang dulunya merupakan kota tambang batubara dan kini berubah jadi kota wisata, serta Padang Panjang, di mana di kota tersebut peserta akan disuguhi beragam kuliner khas Sumatera Barat.

131 Pembalap Berpacu di Etape Pertama Tour de Singkarak 2015

Lomba balap sepeda internasional Tour de Singkarak resmi digelar. Ratusan pembalap dari 21 tim mulai mengayuh sepedanya di etape pertama, Sabtu, 3 Oktober 2015.

Pada etape pertama ini, sebanyak 131 pembalap start dari Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan, menuju Pantai Gondoria, Kota Pariaman. Mereka harus menempuh jarak 163 kilometer.

Pembalap dari berbagai negara itu melewati Terminal Sago, Tarusan, Bayang, Sawah Like, dan Boras. Lalu pembalap mulai masuk Kota Padang dengan melewati Teluk Kabung, Bungus, Teluk Bayur, Simpang Kandang, Jalan Sudirman, dan Jalan Adinegoro.

Kemudian masuk Kabupaten Padang Pariaman dengan melintasi Pasar Usang, Pasar Lubuk Alung, Pasar Sicincin, Simpang Jagung, By Pass, Jalan W.R. Supratman, Jalan Imam Bonjol, Pasar Pariaman, Pantai Kata, dan finis di Pantai Gondoria, Kota Pariaman.

Pada etape ini, ada tiga titik sprint untuk memperebutkan poin Green Jersey. Yaitu di Kilometer 23, tepatnya di Tarusan; Kilometer 77,5 di Jalan Sudirman, Padang; dan Kilometer 110, atau tepatnya di Pasar Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Pembalap juga akan memperebutkan Polkadot Jersey dengan melewati tanjakan atau King of Mountain. Ada dua tanjakan dengan level 1 dan 2, yaitu di Kilometer 48,5 atau di Batas Gerbang dan di Kilometer 64 atau di kawasan Mercusuar.

Ketua Tour de Singkarak Sapta Nirwandar mengatakan Tour de Singkarak ini merupakan ajang balap sepeda internasional yang memiliki penonton terbanyak. "Selalu meriah, di lokasi start dan finis, termasuk di rute-rute yang dilalui pembalap," ujar Sapta, Sabtu, 3 Oktober 2015.

Selain itu, kata Sapta, Tour de Singkarak merupakan salah satu upaya mempromosikan Sumatera Barat, yang memadukan antara olahraga dan wisata atau sport tourism. Dengan demikian, diharapkan dapat memacu pembangunan infrastruktur daerah dan membuka akses investasi.

Menurut Sapta, secara bertahap, kegiatan ini telah melahirkan dampak multiplier ekonomi. Antara lain bagi perhotelan, transportasi, kuliner dan kerajinan, serta tujuan wisata. "Bagi masyarakat Sumatera Barat sendiri, mega-event ini akan memberikan dampak positif untuk beragam sektor di sekitar wilayah yang masuk rute Tour de Singkarak," kata Sapta.

Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata Raseno Arya mengatakan Tour de Singkarak tahun ini diikuti banyak tim yang berpengalaman dalam lomba balap sepeda internasional. Di antaranya Track Team Astana. Tim asal Kazakstan ini pernah mengikuti Tour de France.

Tour de Singkarak telah masuk kalender Union Cyclist International (UCI) dan Amaury Sport Organization (ASO). Menurut data yang mereka miliki, Tour de Singkarak menjadi salah satu ajang balap sepeda dengan penonton terbanyak.

KPU Bukittinggi Gelar Deklarasi Kampanye Damai di Jam Gadang

KPU Kota Bukittinggi, Kamis (1/10/2015) menggelar Deklarasi Kampanye Damai di pelataran Jam Gadang, Disamping mengundang lima pasangan calon, kegiatan ini juga dihadiri oleh tim pendukung pasangan calon, pimpinan partai politik, muspida beserta SKPD terkait, tokoh masyarakat serta sejumlah kalangan masyarakat.

Dalam kampanye damai ini, seluruh pasangan calon mendeklarasikan kampanye damai yang berisi tujuh item, diantaranya menyukseskan penyelenggaraan pemilihan walikota dan wakil walikota tahun 2015 secara jujur dan demokratis dalam suasana tertib, lancar, aman dan damai.

Siap mematuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta senantiasa mengedepankan azas musyawarah/mufakat dalam penyelesaian konflik dan sengketa.

Tidak akan melakukan segala tindakan berupa ancaman, intimidasi, provokasi maupun tindakan kekerasan dan penyimpangan lainnya yang bersifat anarkis selama penyelengaraan pemilihan serentak tahun 2015.

Tidak akan menyebarkan dan mengeksploitasi isu-isu yang bersifat sara (suku, agama, ras dan antar golongan) dalam pelaksanaan kampanye.

Siap terpilih dan tidak terpilih sesuai dengan hasil Penyelenggaraan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi tahun 2015 yang dinyatakan sah menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Memegang teguh moral dan etika politik yang bersumber dari nilai-nilai pancasila, budaya, bangsa dan agama serta mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi/golongan.

Saling menghargai hak dan kewajiban antar sesama pasangan calon pemilihan walikota dan wakil walikota Bukittinggi tahun 2015, sebagai wujud atas penghargaan terhadap hak asasi manusia.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua KPU Bukittinggi Lemmasrizal mengatakan, kegiatan Deklarasi Kampanye Damai ini merupakan salah satu momentum sosialisasi Pilkada, agar masyarakat bisa mengenal calon pemimpin yang akan dipilihnya. Dengan demikian diharapkan partisipasi aktif masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Bukittinggi 2015 ini bisa meningkat dari periode sebelumnya.

“Kami telah mengundang tim masing-masing pasangan calon, agar mencermati Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang dipasang di tiap-tiap kantor kelurahan. Jika ada warga yang belum terdaftar, silahkan lapor ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) terdekat,” ujar Lemmasrizal.

Kapolres Bukittinggi AKBP Tri Wahyudi juga mengimbau dan mengajak seluruh peserta Pilkada Bukittinggi 2015, para tim dan relawan pasangan calon, serta masyarakat Bukittinggi untuk menjaga ketertiban dan keamanan, serta menghindari gesekan dan tindakan provokatif lainnya yang bisa mengundang rusaknya demokrasi di Kota Bukittinggi.

“Bukittinggi merupakan barometer Pilkada yang aman. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh pihak untuk berkompetisi secara sehat, cerdas, beretika, dan bermoral,” harap Kapolres.

Sementara itu, Penjabat Walikota Bukittinggi Abdul Gaffar menilai, saat ini Kota Bukittinggi sudah menunjukkan sistem demokrasi terbaik. Penilaian ini ditandai dengan sikap pasangan calon yang saling bekerjasama untuk menyukseskan Pilkada Bukittinggi 2015, serta sikap pasangan calon yang saling bersilaturrahmi.

“Kota Bukittinggi memiliki pasangan calon terbanyak dibanding daerah lainnya di Sumbar. Saya yakin, kelima pasangan calon ini adalah putra-putri terbaik Kota Bukittinggi, yang nantinya mampu menggapai cita-cita masyarakat,” ujar Abdul Gaffar.

Ia berharap masing-masing pasangan calon melakukan kampanye secara jujur, saling menghormati dan menjaga rasa persaudaraan.

Dalam Pilkada Bukittinggi 2015 ini, ada lima pasangan calon yang menjadi peserta. Mereka adalah Taslim yang berpasangan dengan Marfendi di nomor urut satu, yang diusung oleh PAN dan PKS. Nomor urut dua adalah Febby Dt Bangso berpasangan dengan Zul Ifkar Rahim, yang diusung PKB, PPP dan Hanura.

Sementara, Harma Zaldi berpasangan dengan Rahmi Brisma di nomor urut tiga diusung oleh Partai Golkar dan Partai Nasdem dan pasangan Ramlan Nurmatias dengan Irwandi yang mendapat nomor urut empat, maju melalui calon perseorangan (independen). Sedangkan Ismet Amzis berpasangan dengan Zulbahri Majid yang mendapat nomor urut lima diusung oleh Partai Demokrat, PDIP dan Partai Gerindra. (YPA/HF)

243 Kampus Dinonaktifkan Kemenristek Dikti, Ini Daftar Lengkapnya!

KEMENRISTEK Dikti yang dipimpin Muhammad Nasir terus berupaya membereskan kampus-kampus yang bemasalah. Bahkan, sejumlah kampus pun diindentifikasi bermasah dengan menyelenggarakan pembelajaran yang tidak sesuai aturan, bahkan ada yang memperjualbelikan ijazah.

Bahkan, kini muncul pengumuman yang menyatakan ada 243 kampus yang telah dinonaktifkan sejak 29 Maret lalu. Ratusan kampus itu diduga bermasalah.

Dalam situsnya, Kopertis XII mengumumkan nama-nama lengkap kamus yang dinonaktifkan tersebut. Dalam penjelasannya, Kopertis XII menyatakan kampus-kampus yang dinonaktifkan belum tentu abal-abal, tapi bisa juga kampus berizin namun melakukan beberapa pelanggaran.

Dalam situs resminya disebutkan jenis pelanggaran kampus nonaktif adalah adanya masalah laporan kademik, masalah nisbah dosen/mahasiswa, masalah pelanggaran peraturan perundang-undangan, PDD/PJJ tanpa izin (kelas jauh), PRODI /PT tanpa izin, penyelenggaraan kelas Sabtu-Minggu, Jumlah mahasiswa over kuota (PRODI Kesehatan/kedokteran/dll), ijasah palsu/gelar palsu, masalah sengketa/konflik internal, kasus mahasiswa, kasus dosen (misal dosen status ganda), pemindahan/pengalihan mahasiswa tanpa izin Kopertis.

Nah, di sana juga tertulis bahwa kampus yang dinyatakan nonaktif tidak boleh menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik baru. Selain itu tidak boleh melakukan wisuda. Selanjutnya adalah, kampus tersebut tidak memperoleh layanan Ditjen Dikti.

Menristek Dikti Muhammad Nasir membenarkan soal data tersebut. “Betul, yang diumumkan Kopertis sekitar 200-an lebih itu,” ujar Nasir seperti dilansir pojoksatu.id, Kamis (1/10).

Berikut Daftarnya:

1. STIT Tangerang Raya Yayasan Purgantorio Prop. Banten
2. STAI INSIDA Jakarta Timur Prop. D.K.I. Jakarta
3. STIT YAPIMA Muara Bungo Prop. Jambi
4. STIT YAPIS Manokwari Prop. Papua Barat
5. STAI Syarif Muhammad Raha, Muna, Sulawesi Tenggara    Prop. Sulawesi Tenggara
6. STAI Al-Amanah Jeneponto, Sulawesi Selatan    Prop. Sulawesi Selatan
7. STAI Ar-Rosyid Surabaya Prop. Jawa Timur
8. STAI Al-Qodiri Jember Prop. Jawa Timur
9. STAI Azzakiyah Ujungberung Bandung Prop. Jawa Barat
10. STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi Sumatera Utara Prop. Sumatera Utara
11. STAI Al-Ikhlas Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara Prop. Sumatera Utara
12. STAI Sultan Abdul Kahir Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
13. STAI Raden Qosim Lamongan Prop. Jawa Timur
14. STAI Acprilesma Indonesia Prop. D.K.I. Jakarta
15. STEI Tiara Rawamangun Prop. D.K.I. Jakarta
16. Akademi kebidanan Meuligoe Nur Amin Prop. Aceh
17. Akademi Kebidanan Medica Bakti Nusantara
18. Akademi Keuangan Perbankan Nasional
19. Akademi Pertanian Iskandar Muda
20. Akademi Teknik Iskandar Muda
21. STIKES Bustanul Ulum Langsa Prop. Aceh
22. Universitas Darussalam Ambon Prop. Maluku
23. Akademi Teknologi Borneo Prop. Kalimantan Timur
24. Akademi Kebidanan Martapura Prop. Kalimantan Selatan
25. Akademi Bisnis Internasional Samarinda Prop. Kalimantan Timur
26. Akademi Pariwisata Nasional Samarinda Prop. Kalimantan Timur
27. ASMI KMPI Samarinda Prop. Kalimantan Timur
28. Akademi Manajemen Koperasi Barabai Prop. Kalimantan Selatan
29. STIE Prima Visi Prop. Kalimantan Timur
30. Sekolah Tinggi Bahasa Asing Dinamik Prop. Kalimantan Selatan
31. Politeknik Tri Dharma Prop. Sumatera Barat
32. Akademi Akuntansi Permata Harapan Batam
33. Akademi Bahasa Asing Permata Harapan
34. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Gici
35. Akademi Bahasa Asing Jambi Prop. Jambi
36. Akademi Bahasa Asing Tanjung Pinang
37. Akademi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pekanbaru Prop. Riau
38. Akademi Telekomunikasi Indonesia Jambi
39. Akademi Bahasa Asing Alaska Padang Prop. Sumatera Barat
40. Akademi Teknik Taman Siswa Prop. Sumatera Barat
41. Akademi Teknologi Pratama Prop. Sumatera Barat
42. Akademi Sekretari Dan Manajemen Jambi
43. Akademi Manajemen Koperasi Graha Karya Prop. Jambi
44. Akademi Sekretari Dan Manajemen Indonesia Padang
45. Akademi Koperasi Sumbar
46. STIE Prakarti Mulya Prop. Riau
47. STIE Widyaswara Indonesia
48. STKIP Widyaswara Indonesia
49. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karimun Prop. Kepulauan Riau
50. Sekolah Tinggi Teknik Bentara Persada Batam
51. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambi Prop. Jambi
52. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sumbar Prop. Sumatera Barat
53. Politeknik Internasional Indonesia Makassar Prop. Sulawesi Selatan
54. Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar
55. Akademi Kebidanan Graha Rabita Anugerah Prop. Sulawesi Selatan
56. Akademi Kebidanan Bambapuang Prima Persada
57. Akademi Keperawatan Pemda Sengkang Prop. Sulawesi Selatan
58. Akademi Parawisata Kendari
59. Akademi Teknik Otomotive Makassar Prop. Sulawesi Selatan
60. Akademi Pertambangan Makassar
61. Akademi Analis Kimia Yapika Makassar
62. Akademi Bahasa Asing Barakati Kendari Prop. Sulawesi Tenggara
63. ASMI Yapika Makassar
64. Akademi Pariwisata Dian Rana Rantepao
65. Akademi Pariwisata YPAG Makassar
66. Akademi Manajemen Perusahaan Makassar
67. STIKES Muhammadiyah Sidrap Prop. Sulawesi Selatan
68. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene Prop. Sulawesi Barat
69. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yapika Prop. Sulawesi Selatan
70. STMIK Samudra Bitung
71. Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Tamalatea Makassar Prop. Sulawesi Selatan
72. Sekolah Tinggi Teknik Mekongga Kolaka
73. Sekolah Tinggi Teknologi Dirgantara Makassar
74. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Panca Bhakti Palu, Sulawesi Tengah
75. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Manado Prop. Sulawesi Utara
76. STMIK Matuari Prop. Sulawesi Utara
77. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Budi Utomo Manado Prop. Sulawesi Utara
78. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Al Gazali Soppeng Prop. Sulawesi Selatan
79. Institut Kesenian Makassar Prop. Sulawesi Selatan
80. Universitas Indonesia Timur Prop. Sulawesi Selatan
81. Universitas Sari Putra Indonesia Tomohon Prop. Sulawesi Utara
82. Universitas Alkhairaat Prop. Sulawesi Tengah
83. Universitas Veteran Republik Indonesia Prop. Sulawesi Selatan
84. Akademi Manajemen Surya Mataram
85. Akademi Teknik Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
86. STIKES Yahya Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
87. Sekolah Tinggi Teknik Bima Prop. Nusa Tenggara Barat
88. STKIP Indonesia Kupang
89. Sekolah Tinggi Teknologi Dan Kejuruan Gianyar
90. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jembrana Prop. Bali
91. Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi Kelautan
92. Universitas PGRI Kupang Prop. Nusa Tenggara Timur
93. AMIK Aji Jaya Baya Prop. Jawa Timur
94. Akademi Pariwisata Bhakti Wiyata Prop. Jawa Timur
95. Akademi Peternakan PGRI Jember Prop. Jawa Timur
96. Akademi Bahasa Asing Webb Prop. Jawa Timur
97. Akademi Teknik Nasional Sidoarjo Prop. Jawa Timur
98. Akademi Teknologi Industri Tekstil Surabaya Prop. Jawa Timur
99. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemuda Prop. Jawa Timur
100. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemnas Indonesia Prop. Jawa Timur
101. Sekolah Tinggi Teknik Widya Darma Prop. Jawa Timur
102. Sekolah Tinggi Teknik Budi Utomo Prop. Jawa Timur
103. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sunan Giri Prop. Jawa Timur
104. STKIP Tri Bhuwana Prop. Jawa Timur
105. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Satya Widya
106. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Artha Bodhi Iswara
107. Institut Sains Dan Teknologi Palapa
108. IKIP PGRI Jember Prop. Jawa Timur
109. IKIP Budi Utomo Prop. Jawa Timur
110. Institut Teknologi Pembangunan Surabaya
111. Universitas Kahuripan Kediri Prop. Jawa Timur
112. Universitas Cakrawala Prop. Jawa Timur
113. Universitas PGRI Ronggolawe Prop. Jawa Timur
114. Universitas Nusantara PGRI Kediri Prop. Jawa Timur
115. Universitas Teknologi Surabaya Prop. Jawa Timur
116. Universitas Bondowoso Prop. Jawa Timur
117. Universitas Mochammad Sroedji Prop. Jawa Timur
118. Universitas Darul ulum Prop. Jawa Timur
119. Politeknik Surakarta  Prop. Jawa Tengah
120. Politeknik Jawa Dwipa
121. AMIK PGRI Kebumen Prop. Jawa Tengah
122  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Cilacap Prop. Jawa Tengah
123. Akademi Seni Rupa Dan Desain Akseri Prop. D.I. Yogyakarta
124. Akademi Teknologi Otomotif Nasional Prop. D.I. Yogyakarta
125. Akademi Sekretari Dan Manajemen Indonesia Bantul Prop. D.I. Yogyakarta
126. Akademi Keuangan Dan Perbankan YIPK Prop. D.I. Yogyakarta
127. Akademi Bahasa Asing YIPK Yogyakarta Prop. D.I. Yogyakarta
128. Akademi Kesejahteraan Sosial Tarakanita Prop. D.I. Yogyakarta
129. STMIK Pelita Nusantara Yogyakarta Prop. D.I. Yogyakarta
130. Politeknik LP3I Bandung Prop. Jawa Barat
131. Politeknik Manufaktur Igasa Pindad
132. Politeknik Industri Dan Niaga Bandung
133. Akademi Refraksi Optisi Polycore Indonesia
134. Akademi Kebidanan Al-Ishlah Cilegon Prop. Banten
135. Akademi Teknologi Telekomunikasi Bandung
136. AMIK PGRI Tangerang
137. Akademi Surtasdal-As Bogor Prop. Jawa Barat
138. Akademi Teknologi Aeronautika Siliwangi
139. Akademi Akuntansi Era 2020
140. Akademi Komunikasi Radio Dan Televisi Hutama
140. Akademi Komunikasi Radio Dan Televisi Hutama
141. Akademi Teknologi Bandung
142. Akademi Sekretari Dan Manajemen Al-Ma soem Prop. Jawa Barat
143. Akademi Teknologi Patriot
144. Akademi Kesenian Bogor Prop. Jawa Barat
145. Akademi Pariwisata Tadika Puri Prop. Jawa Barat
146. Akademi Bahasa Asing YPKK Tangerang Prop. Banten
147. Akademi Sekretari Dan Manajemen Bhakti
148. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Yasika Prop. Jawa Barat
149. STIE ISM Prop. Banten
150. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah Depok Prop. Jawa Barat
151. Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Karawang
152. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gici Prop. Jawa Barat
153. Sekolah Tinggi Teknologi Pratama Adi Prop. Jawa Barat
154. Sekolah Tinggi Teknologi Geusan Ulun Prop. Jawa Barat
155. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Indonesia
156. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Dharma Andhiga Prop. Jawa Barat
157. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Bekasi Prop. Jawa Barat
158. Sekolah Tinggi Teknologi Mitra Karya Prop. Jawa Barat
159. Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Cakrawala Prop. Jawa Barat
160. STMIK Triguna Utama Prop. Banten
161. STMIK Padjadjaran
162. Sekolah Tinggi Teknik Cikarang
163. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Bandung
164. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Budi Bakti Prop. Jawa Barat
165. Sekolah Tinggi Teknologi Ar-rahmah Cianjur
166. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Putra Banjar Prop. Jawa Barat
167. STISIP Bina Putera Banjar Prop. Jawa Barat
168. Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Bina Putra Prop. Jawa Barat
169. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tribuana Tambun Prop. Jawa Barat
170. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon Prop. Jawa Barat
171. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Agung Bandung Prop. Jawa Barat
172. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Adhy Niaga Prop. Jawa Barat
173. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pandu Madania Prop. Jawa Barat
174. STMIK Mikar Prop. Jawa Barat
175. Universitas Purwakarta Prop. Jawa Barat
176. Universitas Majalengka Prop. Jawa Barat
177. Akademik Kebidanan Sulih Bangsa, Prop.D.K.I. Jakarta
178. Politeknik Bunda Kandung Prop. D.K.I. Jakarta
179. Akademi Perekam Medis Dan Informasi Kesehatan
180. Akademi Sekretari Dan Manajemen Pitaloka
181. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Yapri
182. AMIK Mpu Tantular
183. Akademi Akuntansi Bentara Indonesia Prop. D.K.I. Jakarta
184. AMIK Andalan Jakarta
185. Akademi Sekretaris ISWI Jakarta
186. Akademi Pertamanan Interstudi
187. Akademi Sekretari Dan Manajemen Purnama
188. Akademi Keuangan Dan Perbankan LPI
189. Akademi Keuangan Dan Perbankan YPK Prop. D.K.I. Jakarta
190. Akademi Akuntansi Artawiyata Indo-lpi Prop. D.K.I. Jakarta
191. STMIK Eresha Prop. D.K.I. Jakarta
192. Sekolah Tinggi Desain Interstudi Prop. D.K.I. Jakarta
193. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Santa Ursula Prop. D.K.I. Jakarta
194. STIBA Indonesia LPI Prop. D.K.I. Jakarta
195. STKIP Suluh Bangsa Prop. Banten
196. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dwipa Wacana Prop. D.K.I. Jakarta
197. STKIP Albana Prop. D.K.I. Jakarta
198. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha Prop. D.K.I. Jakarta
199. Sekolah Tinggi Manajemen Imni Prop. D.K.I. Jakarta
200. STISIP Pusaka Nusantara
201. Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan Hatawana Prop. D.K.I. Jakarta
202. Sekolah Tinggi Manajemen Industri Indonesia
203. Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia
204. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional Indonesia
205. Sekolah Tinggi Keuangan Niaga & Negara Pembangunan Prop. D.K.I. Jakarta
206. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yapann Prop. D.K.I. Jakarta
207. STKIP Purnama Prop. D.K.I. Jakarta
208. Universitas Kejuangan 45 Jakarta Prop. D.K.I. Jakarta
209. Universitas Islam Attahiriyah Prop. D.K.I. Jakarta
210. Universitas Ibnu Chaldun Prop. D.K.I. Jakarta
211. Akademi Kebidanan Sapta Karya Prop. Sumatera Selatan
212. Akademi Keperawatan Sapta Karya Prop. Sumatera Selatan
213. Akademi Perikanan Wachyuni Mandira Prop. Sumatera Selatan
214. Akademi Analis Kesehatan Widya Dharma Prop. Sumatera Selatan
215. Akademi Akuntansi Unggulan SMB Palembang Prop. Sumatera Selatan
216. STKIP Sera Prop. Sumatera Selatan
217. Politeknik Wilmar Busnis Indonesia Prop. Sumatera Utara
218. Politeknik Yanada Prop. Sumatera Utara
219. Politeknik Trijaya Krama Prop. Sumatera Utara
220. Politeknik Tugu 45 Medan Prop. Sumatera Utara
221. Politeknik Profesional Mandiri Prop. Sumatera Utara
222. Akademi Kebidanan Eunice Rajawali Binjai Prop. Sumatera Utara
223. Akademi Kebidanan Dewi Maya Prop. Sumatera Utara
224. Akademi Kesehatan Lingkungan Binalita Sudama    Prop. Sumatera Utara
225. Akademi Kebidanan Jaya Wijaya Prop. Sumatera Utara
226. AMIK Intelcom Global Indo Kisaran Prop. Sumatera Utara
227. Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Medan Prop. Sumatera Utara
228. AMIK Stiekom Sumatera Utara Prop. Sumatera Utara
229. Akademi Sekretari Manajemen Lancang Kuning Prop. Sumatera Utara
230. Akademi Teknologi Lorena Prop. Sumatera Utara
231. Akademi Manajemen Gunung Leuser Prop. Sumatera Utara
232. Akademi Pertanian Gunung Sitoli Prop. Sumatera Utara
233. Akademi Keuangan Perbankan Swadaya Medan Prop. Sumatera Utara
234. Sekolah Tinggi Kelautan Dan Perikanan Indonesia Prop. Sumatera Utara
235. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riama Prop. Sumatera Utara
236. Sekolah Tinggi Teknik Graha Kirana Prop. Sumatera Utara
237. Sekolah Tinggi Teknik Pelita Bangsa Prop. Sumatera Utara
238. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Benteng Huraba Prop. Sumatera Utara
239. Sekolah Tinggi Bahasa Asing Swadaya Medan Prop. Sumatera Utara
240. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Medan Prop. Sumatera Utara
241. STKIP Riama Prop. Sumatera Utara
242. Universitas Setia Budi Mandiri Prop. Sumatera Utara
243. Universitas Preston Indonesia Prop. Sumatera Utara

SUMBER JPNN.COM

Rabu, September 30

Gagal Berlomba di Tour De Singkarak 2015, Tim Tuan Rumah Kecewa Berat

PAINAN - Sudah selayaknya tuan rumah bisa tampil di ajang bergengsi seperti Tour De Singkarak 2015. Sayangnya tim tuan rumah, Binong Baru Club Pesisir Selatan (BBCPS) harus memendam kekecewaan setelah gagal berlomba.

Tak salah kalau Ketua Persatuan Balap Sepeda, BBCPS Iqbal Ramadipayana, Jumat (2/10/2015), menumpahkan kekecewaannya. Menurutnya, selama ajang tur balap sepeda internasional itu digelar BBCPS sudah tampil empat kali.

"Sejak kami ikuti tidak pernah kami tidak memcapai finish, kami insan balap sepeda di Sumatera Barat kecewa padahal kami sudah menyiapkan atlet balap sepeda. Tapi entah apa penyebabnya kami tidak ikut," ketus Iqbal.

Menurut Iqbal, ia sudah membicarakan hal ini dengan Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata, Raseno Arya dan Race Director Tour de Singkarak 2015, Sondi Sampoerno. Kedua orang ini pun telah menyetujui BBPCS tampil.

Bukan hanya itu, Iqbal pun sudah meminta restu pada Kabid Binpres PB ISSI Sugeng Trihartono empat bulan lalu. Namun pada 5 September lalu rilis lima tim nasional balap sepeda nama BBPCS tidak tercantum. "Kemudian saya hubungi lagi Sugeng Trihartono pada 5 September, pengurus itu meminta untuk mengirim email soal surat permohonan undangan, baik lewat email ke PB ISSI maupun email Sugeng Suhartono," jelasnya.

Pemberian surat permintaan undangan Ketua PB ISSI untuk meminta rekomendasi dan mereka agar ikut dilibatkan pada Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif. "Pada 29 September 2015, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata, Raseno Arya membalas suratnya mengatakan tidak bisa mengakomodasi karena keterbatasan dana," ungkap Iqbal.

Seharusnya panitia event ini sebagai tuan rumah diikutsertakan, di manapun tur diadakan pasti akam melibatkan pembalap, seperti Tour de France selalu melibatkan tuan rumah meski dia tidak continental. "Apalagi lima tim nasional yang ikut, BBCPS masih bisa bersaing. Kami sudah ikut Tour de Singkarak sejak 2011 sampai 2014. Kalau soal dana kami saat ini ada, bersumber dari komunitas dan orang perantau," ujarnya.

Senin, September 28

Pemprov Sumbar Takutkan asap menggangu jelang "Tour de Singkarak"

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengharapkan kabut asap yang melanda daerah itu sejak seminggu terakhir segera hilang menjelang pelaksanaan kegiatan balap sepeda bertaraf internasional "Tour de Singkarak", 3-11 Oktober 2015.

"Mudah-mudahan akhir September ini kabut asap sudah hilang karena pelaksanaan TdS bisa terkendala jika kabut asap masih pekat," kata Kepala Dinas Periwisata dan Ekonomi Kreatif Sumbar, Burhasman usai memimpin rapat koordinasi pelaksanaan TdS di hotel Bumi Minang, Jumat.

Menurutnya, jika kabut asap masih saja menyelimuti hingga hari H bisa jadi jadwal TdS 2015 diundur.

"Diundurnya satu atau dua minggu paling lama. Tetapi itu adalah opsi terakhir karena kegiatan ini sudah terjadwal dan peserta telah mengkonfirmasi sesuai jadwal itu," katanya.

Dia mengatakan, kabut asap tersebut adalah sebuah musibah yang tentu tidak bisa diprediksi sejak awal.

"Siapa yang bisa memprediksi September ini akan ada kabut asap. Doakan saja agar secepatnya kabut asap ini hilang," katanya.

Menurutnya, jika TdS 2015 batal dilakukan akan berakibat buruk pada kredibilitas di mata peserta.

"Kita akan memikirkan berbagai langkah untuk mengantisipasi agar TdS tidak batal dilaksanakan," katanya.

Terkait persiapan Burhasman mengatakan telah selesai hampir 100 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman (Disprasjaltarkim) Sumbar Suprapto mengatakan pihaknya terus memacu pengerjaan jalur TdS di 18 kabupaten dan kota di daerah itu.

"Paling lambat perbaikan jalan untuk jalur Tour de Singkarak (TdS) 2015 rampung pada minggu kedua September ini. Pengerjaannya kini telah memasuki tahap akhir," katanya.

Dia mengatakan, beberapa titik yang dalam proses akhir pengerjaan berada di Kabupaten Sijunjung, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Solok.

"Di Sijunjung kita melakukan betonisasi di beberapa titik. Pengerjaannya sudah hampir selesai," katanya.

Sedangkan untuk Kota Sawahlunto, fokus perbaikan dilakukan di jalan Adinegoro.

"Ini juga sudah masuk tahap akhir," katanya.

Perbaikan jalan di Air Dingin, Kabupaten Solok, menurut dia, juga sudah selesai dilakukan dalam minggu ini.

"Kita pastikan, saat perhelatan akbar TdS 2015 pada 3 sampai 11 Oktober 2015, semua jalur aman untuk dilewati," katanya.

Pada Tour de Singkarak(TdS) 2015, pebalap akan menempuh jarak sepanjang 1.343,1 kilometer melalui 18 kabupaten dan kota di Sumbar.

Lomaba akan dimulai di Kabupaten Pesisir Selatan dengan peserta sebanyak 24 tim dari 36 negara.

Sabtu, September 26

Pemko Bukittinggi Anggarkan Rp720 Juta Untuk Sukseskan Tour de Singkarak 2015

Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyatakan kesiapan mereka menyambut iven tahunan ke-7 Tour de Singkarak (TdS) 2015, yang akan digelar pada tanggal 3 sampai 11 Oktober mendatang.

Kota Bukittinggi pada iven Tour de Singkarak tahun 2015 ini, didaulat menjadi tuan rumah start pada etape ke VI yang akan menempuh jarak sekitar 116,8 KM dan finish di Kabupaten Tanah Datar pada 8 Oktober nanti.

Untuk mensupport kegiatan Iven tahunan yang diikuti oleh 24 Team dari 36 Negara tersebut, Pemerintah Kota Bukittinggi juga telah menyediakan dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bukittinggi sebesar Rp720 Juta.

Hal ini disebutkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bukittinggi, Melfi Abra, Sabtu (26/9/2015), menurutnya para pebalap Tour De Singkarak juga akan menginap selama 3 malam di Bukittinggi, yakni pada tanggal 6 sampai 8 Oktober 2015 nanti.

“Para pebalap nanti juga akan disuguhi pertunjukan musik atraktif yakni perpaduan alat musik tradisi seperti Gandang Tambua, Talempong Pacik, Pupuik Tanduak dan Perkusi yang akan dimainkan oleh Jam Gadang Percussion,” tukasnya. (YPA/AKS)

Selasa, September 22

Jadwal dan etape Tour de Singkarak 2015


Tour de Singkarak (TdS) 2015 yang berlangsung 3 sampai 11 Oktober di Sumatera Barat akan diikuti 36 negara.

Ajang balap sepeda internasional ini menempuh jarak sejauh 1.343,1 kilometer yang terbagi dalam sembilan etape serta melalui 18 kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Berikut jadwal dan pembagian etape TdS 2015:

Etape 1: 3 Oktober 2015,
START di Pantai Carocok, Kabupaten Pesisir Selatan,
FINISH Pantai Gondoriah, Kota Pariaman. Panjang rute 163,2 kilometer.

Etape 2: 4 Oktober 2015,
START di Kantor Bupati Padang Pariaman,
FINISH SMAN 1 Sumani, Kabupaten Solok. Panjang rute 140,2 kilometer.

Etape 3
: 5 Oktober 2015,
START di Desa Wisata, Kabupaten Sijunjung,
FINISH di Sport Centre, Kabupaten Dharmasraya. Panjang rute 206,3 kilometer.

Etape 4: 6 Oktober 2015,
START di Kota Sawahlunto,
FINISH di Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan. Panjang rute 171,6 kilometer.

Etape 5
: 7 Oktober 2015,
START di Ngalau Indah, Kota Payakumbuh, finish di Kantor Bupati Limapuluh Kota. Panjang rute 136,5 kilometer.

Etape 6: 8 Oktober 2015,
START di Jam Gadang, Kota Bukittinggi,
FINISH Istano Baso Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar. Panjang rute 116, 8 kilometer.

Etape 7
: 9 Oktober 2015,
START di Equator Bonjol Kabupaten Pasaman,
FINISH Kantor Bupati Pasaman Barat. Panjang rute 121,1 kilometer.

Etape 8
: 10 Oktober 2015,
START di Kantor Bupati Pasaman Barat,
FINISH di Lawang Park, Kabupaten Agam. Panjang rute 138,1 kilometer.

Etape 9
: 11 Oktober 2015,
START di Kota Padang Panjang,
FINISH di Kota Padang. Panjang rute 148,6 kilometer.

Jumat, September 18

Presiden Jokowi di jadwalkan Sholat Idul Adha di Bukittinggi


Rencana Kunjungan Kerja Presiden Jokowi Prop Sumbar tgl 23 s/d 24 September 2015 sbb :

Tgl 23 September 2015

- Tiba di BIM pkl 09.30 Dilanjutkan ke kep mentawai menggunakan heli utk penyerahan KIS dan berkomunikasi dgn masy. kep mentawai.

- Dilanjutkan Menggunakan heli ke Ds sungai nyalo pessel, makan siang di pessel, dgn acara ground breaking dan melihat kawasan wisata mandeh.

- Dilanjutkan menggunakan heli ke kab 50 kota melihat balai pembibitan ternak unggul.

- Dilanjutkan menggunakan kendaraan kepresidenan menuju hotel dgn terlebih dahulu singgal di rumah bung hatta.

- Malam hari direncanakan menghadiri malam takbiran atau melihat jam gadang berbaur dgn masy.


Tgl 24 September 2015

- Sholat Idul Adha dilanjutkan menyerahkan hewan qurban dan melihat penyembelihan di lapangan Kantin Kota Bukittinggi

- Dilanjutkan giat Makan pagi bersama di istana bung hatta berbaur dgn masyarakat.

- Kembali ke hotel utk ganti baju dilanjutkan menggunakan kendaraan meluncur ke pd.pariaman ds lubuk basung utk penyerahan KIS.

- Dilanjutkan makan siang di RM lamun ombak pd.pariaman selanjutnya kmenuju lokasi proyek kereta api di dekat BIM.

- Dilanjutkan menuju BIM utk bertolak ke Riau.

Selasa, Agustus 4

Lima Cakada Bukittinggi Belum Lengkapi Persyaratan

KLIK POSITIF - Seluruh pasangan calon kepala daerah (cakada) yang telah mendaftar di KPU Bukittinggi, hingga Selasa 4 Agustus 2015 sore ini belum melengkapi syarat pencalonan. KPU memberi tenggat kepada lima cakada untuk melengkapi berkas persyaratan tersebut hingga 7 Agustus 2015 mendatang.

“Dari seluruh dokumen pasangan calon yang telah kami teliti, semua pasangan calon belum melengkapi sejumlah persyaratan, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada. KPU mulai tanggal 4 Agustus hingga 7 Agustus 2015, telah membuka tahapan perbaikan syarat pencalonan dan atau syarat calon,” tutur Komisioner Divisi Teknis KPU Bukittinggi, Yasrul, Selasa 4 Agustus 2015.

Menurut Yasrul, berkas yang belum dilengkapi oleh sebagian besar cakada itu adalah berkas misi dan visi pasangan calon, daftar tim kampanye dan petugas kampanye, rekening khusus, serta surat tanda terima Harta Kekayaan Pejabat Negara dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Khusus untuk calon perseorangan atau independen menurut Yasrul, pasangan Ramlan-Irwandi masih kekurangan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bagian dari persyaratan yang ditetapkan KPU. (Iwan R)

SUMBER

Rabu, Juli 29

Surat terbuka MULYADI buat Masyarakat Sumbar

Para pendukung saya di Sumatera Barat yang saya cintai. Semua tentu sudah mengetahui bahwa saya tidak melanjutkan penca­lonan saya pada Pilkada Gubernur Sumatera Barat 2015. Hal ini tentu akan menimbulkan pertanyaan kenapa saya tidak jadi maju.

Sebab, sejak beberapa minggu yang lalu, media begitu gencar memberitakan, saya akan tetap maju sebagai Bakal Calon Gubernur dengan pasangan Wakil Gubernur Fauzi Bahar. Sehubungan dengan hal tersebut saya perlu memberikan penjelasan melalui siaran pers ini.

Pertama-tama, saya ingin menyampaikan rasa terimakasih saya sebesar-besarnya pada masyarakat Sumatera Barat, pada para rela­wan, pada para tokoh, pada para awak media yang selama ini sudah mendukung rencana pencalonan saya.

Buat saya adalah sebuah kehormatan untuk mengenal dan bekerja sama dengan semua pihak, karena saya telah menganggap kita semua adalah sebuah keluarga besar yang akan selamanya saya kenang budijasanya.

Saya sungguh bahagia melihat begitu banyak orang di Sumbar ini yang bersedia meluangkan waktu, tenaga, bahkan pikiran untuk memperjuangkan cita-cita bersama membangun daerah yang kita cintai ini. Saya percaya apa yang telah kita lakukan bersama tidak akan sia-sia dan Allah SWT akan membalas semua pengorbanan dan jasa-jasa tersebut.

Sebagai sebuah keluarga hubungan kita tentu tidak terbatas hanya dalam masalah pencalonan Gubernur ini saja, ke depan masih banyak hal-hal besar yang harus kita kerjakan bersama-sama.

***

Provinsi Sumbar memiliki sumber daya besar untuk menjadi wilayah yang berwibawa dan makmur. Provinsi ini siap menjadi salah satu dari tujuh provinsi terkemuka di Indonesia, baik dari sisi pem­bangunan ekonomi, kesejahteraan rakyat, penegakkan hukum maupun dalam pemeliharaan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.

Menurut hemat saya, pemerintahan provinsi yang dibutuhkan Sumbar saat ini adalah pemerintahan yang amanah dan merakyat. Yakni pemerintahan provinsi yang sanggup menimba inspirasi dari ke­jayaan sejarah dan budaya masyarakatnya untuk kemajuan Sumbar di masa kini dan sekaligus meletakkan dasar-dasar baru untuk ke­jayaan Sumbar di masa depan.

Itulah niat ikhlas saya berupaya ikut turun tangan secara lang­sung mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah Provinsi Suma­tera Barat tahun ini.

***

Saya sungguh bersyukur niat tulus saya ini ternyata mendapat sambutan dan dukungan luar biasa dari masyarakat. Bukan hanya di kabupaten/kota yang sudah menjadi basis konstituen saya selama  Pemilu Legislatif 2014. Tetapi menyeluruh di 19 kabupaten/kota.

Keinginan untuk mengabdikan diri untuk Sumbar telah menginspirasi semua kalangan, tua-muda; perempuan, laki-laki, dari berbagai latar balakang social-ekonomi dan pendidikan. Ribuan relawan telah bergerak bersama-sama menyuarakan perubahan di setiap kabupaten, kota, kecamatan, nagari dan jorong di Sumbar.

Dukungan rakyat juga telah ditunjukkan dari hasil survei elekta­bilitas terakhir di awal Juli 2015. Secara electoral dan perhi­tungan rasional/politik, saya telah mendapat dukungan rakyat Sumbar dan memiliki peluang besar memenangkan kompetisi ini.

***

Namun sebuah idealisme tidak bisa berdiri sendiri tetapi juga harus menghadapi realitas politik yang ada. Dalam menghadapi realitas ini saya telah mencoba menarik garis resultante seopti­mal mungkin. Setelah itu saya lakukan, saya merasa kecintaan saya kepada Sumbar jauh lebih besar dibanding kesempatan saya turun tangan langsung.

Politik selalu meniscayakan keseimbangan antara kesiapan pribadi, keluarga dan lingkungan politik kelompok-kelompok kepentingan. Terkadang, kondisi-kondisi tersebut di luar kontrol saya sebagai individu.

Ketika konstelasi politik terakhir semakin kompleks dan ternyata belum sejalan dengan keinginan pribadi, pada akhirnya kita memang harus bertanya pada diri kita sendiri: “Apa langkah terbaik yang harus kita lakukan untuk kepentingan masyarakat? Bukan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan kelompok, tapi untuk kepentingan yang lebih besar.

Mengingat kondisi tersebut, untuk menjaga konsistensi dan morali­tas politik serta menimbang nasihat-nasihat dari berbagai pihak, dengan berat hati saya memutuskan tidak melanjutkan pencalonan. 

Keputusan ini saya ambil untuk mendahulukan kecintaan saya kepada Sumbar ketimbang keinginan pribadi memenangkan Pemilihan Guber­nur. Pengabdian untuk turut serta membangun Sumatera Barat tidak selamanya harus menjadi seorang Gubernur.

Saya mohon maaf, keputusan saya ini mungkin membuat sedih semua pihak yang selama ini sudah mempercayakan pilihan pada saya. Tapi saya percaya pada saatnya nanti akan memahami bahwa ini adalah pilihan terbaik untuk kita semua.

***

Saya akan terus bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan, kemajuan dan kejayaan Sumbar seperti yang sudah saya lakukan selama ini melalui posisi saya sebagai Anggota DPR RI. Saya siap  bekerja sama dan membantu siapapun nanti yang dipercaya masyara­kat memimpin Sumbar lima tahun ke depan.

Saya meminta semua pendukung saya terus melanjutkan kerja memban­gun Sumbar menjadi lebih makmur dan berjaya. Insya Allah, dengan sabar, ikhlas dan kerjakeras kita akan memperoleh Sumatra Barat yang sejahtera. Amin.

Jakarta, 29 Juli 2015


Ir. H. Mulyadi



SUMBER

Selasa, Juli 28

Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi Pilkada 2015

Selasa, 28 Juli 2015, merupakan hari terakhir dalam masa pendaftaran pasangan calon walikota dan wakil walikota ke KPU Kota Bukittinggi. Hari terakhir pendaftaran pasangan calon ini dipadati oleh pasangan calon yang ingin mendaftar sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi periode 2015-2020.

Taslim Chaniago bepasangan dengan Marfendi

Taslim Chaniago bepasangan dengan Marfendi
Pasangan pertama yang mendaftar ke KPU Kota Bukittinggi pada hari terakhir ini adalah pasangan Taslim Chaniago dan Marfendi, yang datang ke KPU sekitar pukul 10.35 WIB dengan diiringi puluhan pendukung. Pasangan ini diusung oleh 2 (dua) partai politik, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam sambutannya, Bakal Calon Walikota Bukittinggi Taslim Chaniago mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan KPU Kota Bukittinggi, dan menyatakan kesiapan tim mereka untuk mengikuti setiap proses tahapan dengan sebaik-baiknya, dan harapan agar baik penyelenggara maupun peserta serta masyarakat, dapat memberikan yang terbaik untuk proses pemilukada Bukittinggi Tahun 2015 ini.


Ismet Amzis berpasangan dengan Zulbahri Majid

Ismet Amzis berpasangan dengan Zulbahri Majid
Selepas istirahat makan siang, KPU Kota Bukittinggi beserta jajarannya kembali menerima kedatangan pasangan calon walikota dan wakil walikota Bukittinggi, yang kali ini diusung oleh 3 (tiga) partai politik, yaitu Partai Demokrat, PDI-P, dan Partai Gerindra. Pasangan calon yang sampai di kantor KPU Kota Bukittinggi pukul 13.40 WIB ini adalah Walikota Bukittinggi periode 2010-2015, Ismet Amzis, bersama pasangannya Zulbahri Majid. Dalam sambutannya, Ismet Amzis menyampaikan permohonan maaf apabila ramainya pendukung menggangu pekerjaan KPU Kota Bukittinggi serta masyarakat sekitar. Menurut Ismet, Bukittinggi adalah karuni dari Allah SWT. Kota yang tidak memiliki Sumber Daya Alam, namun memiliki alam yang sejuk dan punya banyak prestasi yang harus dilanjutkan.


Harma Zaldi berpasangan dengan Rahmi Brisma

Harma Zaldi berpasangan dengan Rahmi Brisma
Partai NasDem dan Partai Golkar bergabung mengantarkan Wakil Walikota Bukittinggi periode 2010-2015, Harma Zaldi, yang berpasangan dengan Rahmi Brisma untuk mendaftar sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi periode 2015-2020. Pasangan ini datang ke KPU Kota Bukittinggi pukul 15.33 WIB. Dalam sambutannya, pasangan ini menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada KPU Kota Bukittinggi yang memberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah shalat Ashar sebelum menyelesaikan proses pendaftaran. Calon Walikota ini juga menyampaikan harapannya agar pemilukada Bukittinggi Tahun 2015 benar-benar berjalan dengan baik sehingga Walikota dan Wakil Walikota yang terpilih benar-benar yang diinginkan oleh masyarakat Kota Bukittinggi.


Febby berpasangan dengan Zul Ifkar Rahim

Febby berpasangan dengan Zul Ifkar Rahim
Hampir bersamaan dengan pasangan sebelumnya, pukul 15.50 WIB, bertepatan dengan azan Ashar, pasangan Febby dan Zul Ifkar Rahim datang ke Kantor KPU Kota Bukittinggi sebagai pasangan terakhir yang mendaftar sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi. Setelah melakukan registrasi, untuk memenuhi syarat batas waktu pendaftaran, maka pasangan yang diusung oleh Partai Hanura, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan ini harus menunggu untuk melanjutkan proses pendaftaran setelah shalat Ashar, dan setelah pasangan Harma Zaldi – Rahmi Brisma menyelesaikan proses pendaftaran. Dalam sambutannya, Calon Walikota Febby menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan KPU Kota Bukittinggi beserta jajarannya, dan harapan agar pemilukada berjalan kondusif.

Setelah menyelesaikan prosesi pendaftaran, semua pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi periode 2015-2020, menerima surat pengantar dari KPU Kota Bukittinggi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Rumah Sakit M. Djamil, Padang, sesuai jadwal yang ditentukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Barat.

Dengan berakhirnya jadwal pendaftaran pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi, maka total jumlah bakal pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi periode 2015-2020 adalah sebanyak 5 (lima) pasangan calon. Semoga pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi Tahun 2015 berjalan lancar dan menghasilkan Walikota dan Wakil Walikota terbaik untuk masyarakat Kota Bukittinggi.