Senin, April 28

Lembah Harau


Lembah Harau merupakan salah satu objek wisata yang utama dan paling menarik di kawasan kabupaten Limapuluh Kota. Kenapa tidak, kawasan wisata Lembah harau yang berhawa sejuk dengan panorama alam yang begitu indah serta dhiasi dengan tebing-tebing yang menjulang tinggi disetiap sisi lembah ini, sehingga ribuan manusia yang datang dari berbagai daerah serta belahan dunia selalu pengunjung kawasan wisata yang berjarak 3 kilo meter dari pusat ibukota kabupaten Limapuluh Kota di Sarilamak.

Setelah memasuki gerbang Lembah Harau, disepanjang perjalanan, wisatawan disuguhkan keindahan alam sebelum memasuki 3 kawasan wisata yang berada di Lembah Harau. Tebing-tebing granit dengan bentuknya yang unik dan menjulang tinggi selalu mendampingi perjalanan sekitar 10 menit untuk mencapai 3 kawasan wisata itu. Batu granit selain menghiasi, hamparan padi yang menguning dan sungai-sungai jernih mengalir dari air terjun di Lembah Harau memberikan suasana damai dan menenangkan.

Menurut legenda, lembah harau sendiri dahulunya merupakan lautan yang luas dan didalam laut itu terdapat bukit dengan batuannya yang sangat terjal. Lama-kelamaan, air laut terus menyusut dan jadi mengering. Sehingga bukit yang semulanya bertapak didasar laut akhirnya menjadi daratan dan dihuni maklup hidup. Dalam ribuan tahun, bebatuan yang terdapat di tebing bukit selalu digesekan angin kencang, sehingga tersentuklah tebing indah yang berwarna warni serta menyerupai bebatuan yang terdapat didalam laut.

Kawasan wisata Lembah Harau sendiri, memiliki luas sekitar 280 hektare yang terdiri dari 3 kawasan, yakni kawasan Sarasah Aka Barayun, kawasan Sarasah Bunta dan kawasan Rimbo Piobang. Paling uniknya lagi, dikawasan yang dibatasi oleh perbukitan dengan tebing terjalnya itu, terdapat 5 air terjun yang mengalir dari ketinggian hingga 100 meter dari puncak bukit yang mengelilingi kawasan itu. Oleh karena itu, pemandangan elok yang dijumpai di kawasan Lembah Harau, akan membuat para wisatawan terkagum-kagum dibuatnya

.
Sarasah Aka Barayun merupakan objek yang dikemas oleh pemerintah kabupaten Limapuluh Kota melalui dinas Pariwisata sebagai onjek wisata keluarga. Dikawasan seluas hampir 30 hektar ini, terdapat berbagai arena jenis permainan anak, seperti taman bermain, ayunan putar dan sepeda air serta panorama alam Lembah Harau yang dilihat dari ketinggian puluhan meter bisa dinikmati dikawasan ini . Bahkan taman satwa pun terdapat dikawasan Sarasah Aka Barayun. Berbagai hewan hutan terdapat ditaman satwa yang cukup menarik untuk dikunjungi.


Kawasan Sarasah Aka Barayun juga dilengkapi kios- kios sourvenir, makanan, minuman serta penginapan keluarga pun disediakan untuk wisatawan yang ingin menginap dikawasan ini. Dengan tebing-tebing tingginya itu, tempat ini dimanfaatkan juga sebagai lokasi panjat tebing oleh masyarakat. Menurut cerita masyarakat, Sarasah Aka Barayun dahulunya merupakan 2 buah tebing yang dibawahnya terdapat lembah yang sangat dalam. Sehingga masyarakat menggunakan aka (sejenis tumbuhan) untuk menghubungkan 2 tebing itu untuk dijadikan tempat titian. Setiap dilewati, aka itu selalu berayun apalagi dihembuskan angin. Itulah sebabnya dinamakan Aka Barayun.

Sekitar beberapa ratusan meter dari sebelah timur kawasan Sarasah Aka Barayun terdapat kawasan wisata dengan lingkungan hutan lindung yang masih terpelihara dengan baik yang dinamakan Kawasan Sarasah Bunta. Kicauan burung, bunyi gumpalan air terjun yang jatuh dari ketinggian puluhan meter, membuat kawasan ini tak pernah sepi dari wisatawan. Dikawasan Sarasah Bunta ini,a sering dijadikan lokasi perkemahan bagi pelajar, mahasiswa serta masyarakat umum.

Keasrian alam Sarasah Sarasah Bunta dan jernihnya air terjun yang berasal dari puncak bukit yang mengelilingi kawasan ini, merupakan daya tarik sendiri untuk membuat wisatawan berkunjung ke kawasan Sarasah Bunta. Kononya, apabila mandi di bawah air terjun Sarasah Bunta pada siang harinya sambil berdoa kepada Sang Pencipta , maka ia bakal mendapat jodoh bagi yang belum menikah. Sebab, dahulunya kawasan ini merupakan tempat memadu kasih burung yang hingga kini berterbangan di kawasan Sarasah Bunta.

Satu lagi kawasan wisata yang terdapat di objek wisata Lembah Harau, yakni kawasan Sarasah Tanggo. Dengan suasana alam yang masih alami serta terdapat kolam penampungan air terjun yang berasal dari puncak bukit. Penampungan air yang seperti waduk ini, selalu diramaikan wisatawan, apalagi dihari libur. Bukan itu saja, untuk mencapai ke lokasi air tejun, pengunjung harus bejalan kali dengan jarak ratusan meter dari lokasi pemberhentian. Selama berjalan kaki, pengunjung dibuat kagum dengan indahnya alam Sarasah Tanggo. Hal itu disebabkan keaslian tumbuh hutan yang hidup dikawasan itu serta bunyi gemuruh air terjun yang jatuh dari ketinggian. Bahkan, embun kecil yang berasal dari tumbukan ait terjun pun bertebangan disekitar lokasi Sarasah Tanggo.

Di cagar alam yang berada di dataran tinggi Lembah Harau, beraneka spesies tumbuhan hujan tropis dan binatang asli Sumatera mampu menimbulkan rasa ingin tahu Anda. Sejumlah binatang asli Sumatera seperti monyet ekor panjang menjadi teman bagi wisatawan. Tak salah tentunya orang tua-tua berkata, kurang lengkap perjalanan Anda ke Sumatera Barat bila belum mendatangi Lembah Harau. Cukup bayar tiket seharga Rp 5ribu berbagai keindahan alam lembah harau sudah bisa dirasakan.

Kata Zul Hikmi, Kepala dinas Pariwisata Pemuda Olahraga keberadaan objek wisata Lembah Harau, selama ini sangat membantu pemasukan keuangan bagi daerah, yakni dari penjualan karcis masuk ke kawasan wisata Lembah Harau telah menyumbangkan lebih dari Rp 300 juta untuk PAD kabupaten Limapuluh Kota.

“Kawasan wisata Lembah Harau, merupakan objek wisata satu-satu yang sangat berpotensi untuk menambah pemasukan bagi daerah. Sayang, kalau objek wisata ini ditutup,” tuturnya. Menurutnya, dari tahun ke tahun, pengunjung ke ke objek wisata Lembah Harau selalu terjadi peningkatan, hal tersebut berimbas langsung terhadap PAD Kabupaten Limapuluh Kota yang juga melonjak naik.(red)

Tidak ada komentar: